Samarinda

Samri Anggap Pajak Limbah Cair Rumah Tangga dan Rumah Ibadah Menyulitkan Masyarakat

Mulawarmantv.com – Raperda mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah masih dalam proses pengkajian oleh Bapemperda DPRD Samarinda terlebih masih terdapat draf yang perlu dikoreksi mengenai penarikan pajak limbah cair rumah tangga, dan rumah ibadah.

“Untuk limbah cair rumah tangga, rumah ibadah itu tidak perlu dipungut retribusinya, karena yang kita tau pemasukan mereka hanya dari sumbangan-sumbangan saja dan itu tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Raperda tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, seperti penarikan pajak di sektor rumah tangga berdasarkan jumlah perorangan.

Baca Juga :  Deni Hakim Anwar Kritik Perusahaan Di Kaltim yang Memberikan Dana CSR Kepada Pihak Di Luar Kaltim

Diketahui, penghuni rumah akan dikenakan tarif Rp 500 hingga Rp1.500 rupiah per Kartu Keluarga (KK).

Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda, akan tetapi bagi Samri ini pemungutan retribusi harusnya tidak membebani masyarakat.

“Kita berharap jangan kita berusaha mengejar PAD kita, tapi rakyat kita jadi kita cekik. Kami tidak inginkan masyarakat menjadi korban,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Samarinda Kritisi Pembangunan Yang Abai Dampak Lingkungan

Ia kemudian menyatakan akan lebih menegaskan penarikan pajak pada bidang komersial.

“Kecuali tempat komersial justru itu kita tekankan seperti rumah makan, hotel tempat hiburan, pusat perbelanjaan terminal dan sebagainya karena itu menghasilkan limbah yang banyak,” pungkasnya. (mu/vyl)

mulawarmantv.com

Kabar.web.id menyajikan informasi update & Terpercaya yang diambil dari berbagai macam sumber untuk menyebarluaskan informasi dengan mencantumkan sumber yang kredibel dan berpengalaman.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button